Tentang SMKKN Manokwari

PROFIL SMK KEHUTANAN NEGERI MANOKWARI

IDENTITAS SEKOLAH

1. NAMA SEKOLAH : SMK KEHUTANAN NEGERI MANOKWARI
2. NOMOR POKOK SEKOLAH NASIONAL (NPSN) : 60403809
3. NOMOR IDENTITAS SEKOLAH :
4. NOMOR STATISTIK SEKOLAH :
5. ALAMAT SEKOLAH : JALAN SERMA SUWANDI RT 001/RW 008

KELURAHAN : SANGGENG
DISTRIK : MANOKWARI BARAT
KABUPATEN : MANOKWARI
PROVINSI : PAPUA BARAT
KODE POS : 98312
EMAIL : smkhutmanokwari@gmail.com
WEB : https://www.smkknmanokwari.sch.id/

6. STATUS SEKOLAH : NEGERI (DI BAWAH BINAAN KLHK)
7. TAHUN PENDIRIAN : 1992

IDENTITAS KEPALA SEKOLAH

1. NAMA : Drs. Rizard M. H. Waas
2. PENDIDIKAN TERAKHIR : S1

SMK Kehutanan Negeri Manokwari adalah kelanjutan dari SKMA Manokwari dengan Kurikulum dan Model Pendidikan yang disesuaikan dengan Sistem Pendidikan Nasional terkini. Berbeda tetapi satu jiwa ” RIMBAWAN” dengan satu semboyan ” VANA SRI BHAVANA“

 

TINJAUAN HISTORIS SMK KEHUTANAN NEGERI MANOKWARI

Pada zaman Belanda, terdapat 2 sekolah kehutanan, yaitu Middelbare Bosbouwschool (MBS) dan Sekolah Polisi Kehutanan (SPK) yang berlokasi di Madiun.
Pada tahun 1943 Pemerintah Jepang mendirikan sekolah sejenis dengan nama “Ringyoo Tyudo Gakkoo”. Tahun 1944, nama tersebut diganti menjadi Sekolah Kehutanan Menengah Tinggi (SKMT) yang berlokasi di Bogor dan ditutup pada masa perjuangan kemerdekaan. Tahun 1946 SKMT kembal dibuka di Kaliurang Yokyakarta. Nama Sekolah Kehutanan Menengah Atas (SKMA) sendiri baru digunakan mulai tahun 1951 dan berkedudukan di Bogor (Lokasinya Sekarang Menjadi Pusat Diklat KLHK). Kemudian pada tahun 1960 di bangun pula sebuah SKMA di Madiun.
Sementara itu pada tahun 1963 di Manokwari juga dibangun sebuah SKMA yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah.
Pada tahun 1969 SKMA ditutup dengan Keppres No. 33 tahun 1969. Pada tahun 1980 SKMA kembali dibuka di Kadipaten dan Samarinda, Tahun 1988 di Pekan Baru, tahun 1989 di Ujung Pandang, dan pada tahun 1992 di Manokwari berdasarkan Keputusan Menteri Kehutanan No. 630/Kpts-II/1992 tentang penambahan 1 SKMA di Manokwari.
Pada tahun 2002 seiring dengan otonomisasi daerah, SKMA lain ditutup kecuali SKMA Manokwari.
Pada tahun 2008, SKMA diubah menjadi SMK Kehutanan yang diselenggarakan dan dibina bersama-sama oleh Departemen Kehutanan dan Departemen Pendidikan Nasional. Dengan demikian maka SKMA Manokwari berakhir pada Angkatan XVII yang masuk pada Tahun 2007 dan dimulailah SMK Kehutanan Negeri Manokwari yang menerima siswa Angkatan I pada Tahun 2008.

DASAR HUKUM PENYELENGGARAAN

Keputusan Menteri Kehutanan No. 630/Kpts-II/1992 tentang penambahan 1 SKMA di Manokwari.

Surat Edaran dari Kepala Pusat Diklat Kehutanan No. 673/II-DIK/B/2001 tanggal 6 Juni 2001 yang ditujukan kepada semua Kepala SKMA di lima kota yang isinya berupa perintah untuk tidak menerima siswa baru SKMA mulai tahun ajaran 2001 dan untuk menyelesaikan pendidikan siswa SKMA yang ada, sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Pada bulan Juli 2003 semua siswa SKMA yang masih ada telah menyelesaikan pendidikannya, yang berarti bahwa setelah itu SKMA tidak beraktivitas lagi.

SKMA Manokwari diserahkan pengelolaannya kepada Pemerintah Provinsi Irian Jaya (Provinsi Papua sekarang) dengan Berita Acara BA-15/WA.25/BD.04/2001 tgl 19 Maret 2001) dan tetap beraktivitas.

SKMA Manokwari dikembalikan pengelolaannya kepada Kementerian Kehutanan (Keputusan Gubernur Provinsi Papua No. 24 Tahun 2003 tgl 20 Maret 2003 ttg Keberadaan UPT BLK dan SKMA Manokwari (dikembalikan ke pusat dan P3D dicatat di Departemen Kehutanan).

MoU KLHK dan KEMENDIKBUDRISTEK, al:

  1. MoU Pertama dengan nomor: PKS.4. Menhut-II/2008, dan nomor: 02/VI/KB/2008 tanggal 20 Juni 2008 tentang Penyelenggaraan dan Pembinaan Pendidikan Menengah Kejuruan pada Sekolah Menengah Kejuruan Kehutanan.

  2. MoU Kedua:

    1. Nomor PKS.2/P2SDM/SET/KUM.3/12/2018, Nomor: 618/D.D5/KS/2018 dan Nomor : 29344/B.D/KS/tanggal 11 Desember 2018 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Menengah Kejuruan pada Sekolah Menengah Kejuruan Kehutanan.

    2. Nomor PKS.4/P2SDM/KUM.3/8/2018 dan Nomor: 78/VIII/NK/2018 tentang Pembinaan Pendidikan Menengah Kejuruan pada Sekolah Menengah Kejuruan

VISI DAN MISI

VISI

Melaksanakan pendidikan yang berkualitas untuk menghasilakan Tenaga Teknis Menengah Kehutanan yang siap kerja, mandiri, kompetitif dan berakhlak mulia.

 

MISI

  1. Menyiapkan tenaga teknis menengah kehutanan yang mampu bekerja secara profesional;

  2. Menyiapkan tenaga teknis menengah kehutanan yang memiliki daya saing tingkat nasional maupun internasional;

  3. Menyiapkan tenaga teknis menengah kehutanan yang memiliki nilai dasar rimbawan;

  4. Mengembangkan kelembagaan Sekolah Menengah Kejuruan Lingkup Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang berwawasan Wiyata Mandala

SASARAN DAN TUJUAN

Terciptanya Lulusan Tenaga Teknis Menengah Kehutanan Yang Siap Kerja, Mandiri, Kompetitif Dan Berakhlak Mulia Yang Berkompeten Dan Profesional Yang Mampu Bersaing Pada Tingkat Nasional Maupun Internasional. Dari SMK KEHUTANAN diharapkan dapat lahir rimbawan yang berjiwa pancasila, mencintai alam dan lingkungannya, jujur, disiplin, bertanggungjawab atas kesejahteraan masyarakat, memiliki pengetahuan dan ketrampilan kehutanan tingkat menengah, dan berjiwa serta berperilaku sebagai pelopor pembangunan.

TUGAS POKOK DAN FUNGSI SMK KEHUTANAN

Tugas pokok SMK Kehutanan adalah melaksanakan pendidikan kejuruan formal bagi tamatan SLTP, untuk memenuhi kebutuhan tenaga pelaksana lapangan di bidang pembangunan kehutanan.

Untuk menyelenggarakan tugas tersebut, SMK KEHUTANAN mempunyai fungsi:

  1. Melaksanakan pendidikan dan pengajaran berupa teori dan praktek sesuai ketentuan yang berlaku;

  2. Melakukan bimbingan dibidang pembinaan fisik, mental dan disiplin secara terpimpin dan intensif di dalam dan di luar sekolah;

  3. Melakukan hubungan kerjasama dengan dunia usaha dan masyarakat dalam rangka praktek kerja lapangan;

  4. Melakukan urusan tata usaha, rumah tangga dan perlengkapan pendidikan

 

KEPEGAWAIAN AKADEMIK